Ngewayahang. Ini adalah proses untuk membuat petak tanah yang disiram agar tetap mengandung unsur zat garam dari air laut. Proses ini memakan waktu empat hari. Kalau hujan deras turun lagi, proses ini harus diulang lagi karena zat garam dari air laut sudah bercampur dengan air hujan, dan itu tidak bagus.

Proses selanjutnya dikenal dengan istilah Menekang Tanah. Ini proses menaikkan tanah kering dari petak ke tempat yang berbentuk kerucut. Tempat yg berbentuk kerucut lazim disebut tinjung. Di dalamnya sudah dilapisi daun lontar, daun kelapa, kerikil ukuran kecil dan pasir sebagai penyaring alami antara tanah dan air laut yang nantinya akan menjadi air biang garam atau disebut “nyah”.

Nuwunang Tanah, suatu proses membawa tanah yang dinaikkan ke bidang yang kosong untuk kemudian diisi air laut lagi.
Setiap pagi air biang garam atau nyah akan dituangkan ke dalam bidang jemur (palungan) atau terpal khusus.
Panen yang disebut Ngerik. Jikalau cuaca bagus dalam kurun waktu satu minggu akan panen sebanyak dua kali dengan volume garam tergantung cuaca dan luas lahan garam.

